5 Cara Berbakti kepada Orang Tua

5 Cara Berbakti kepada Orang Tua – Dalam al-Quran dan Hadis banyak kita temukan keterangan yang menyinggung kewajiban seorang anak untuk berbakti (birrul wâlidain) kepada kedua orang uanya. “Dan Rabb-mu telah memerintahkan kepada manusia janganlah ia beribadah melainkan hanya kepada-Nya dan hendaklah berbuat baik kepada kedua orang tua dengan sebaik-baiknya. (QS al-Isra’ [23])

Abdullah bin Mas’ud pernah bertanya kepada Rasulullah perihal amal-amal paling utama dan dicintai Allah. Nabi Muhammad Saw kemudian menjawab: Pertama, salat pada waktunya. Kedua, berbakti kepada orang tua. Dan ketiga, jihad di jalan Allah. Hadis ini menunjukkan betapa istimewa posisi kedua orang tua dalam Islam. Bahkan, berbakti kepada orang tua harus lebih didahulukan daripada jihad di jalan Allah.

Baca Juga : Begini Potensi Istri Cerewet

Lantas, bagaimana cara kita menunaikan perintah berbakti kepada kedua orang tua? Paling tidak ada enam hal yang menunjukkan bentuk bakti anak kepada kedua orang tuanya.

Taat kepada keduanya

Mentaati perintah keduanya selama tidak memerintahkan kemaksiatan kepada Allah. Bahkan, seorang anak tetap wajib berbuat baik kepada orang tuanya yang kafir. “Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan Aku dengan sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya dengan baik…” (QS Luqma: 15).

Mengutamakan rida kedua orang tua

Lebih mengutamakan rida dan kesenangan kedua orang tua daripada rida diri sendiri, istri, anak, dan seluruh manusia. Kisah Alqamah di masa Nabi cukuplah sebagai pelajaran betapa orang tua harus lebih kita utamakan dibanding siapapun.

Baca Juga : Menata Lagi Niat Berpuasa Ramadhan

Lain dari itu, kata-kata kedua orang tua adalah kata-kata keramat. Maka, berhati-hatilah agar jangan sampai dari lisannya keluar doa-doa buruk bagi anaknya. Rasulullah bersabda, “Tiga orang doanya pasti dikabukan, doa orang teraniaya, doa seorang musafir, dan doa orang tua terhadap anaknya.” (HR Abu Daud).

👉 TRENDING :   Menata Lagi Niat Berpuasa Ramadhan

Berucap lemah lembut

Hendaknya kepada orang tua kita bersikap dan bertutur kata lemah lembut serta penuh kesopanan. Jangan sampai dari bibir kita meluncur kata kasar, dan jangan pula menampakkan wajah marah di hadapan mereka. Urwah mengatakan, jika kedua orang tuamu membuatmu marah, janganlah engkau menajamkan pandangan kepada keduanya. Karena tanda pertama kemarahan seseorang adalah pandangan tanjam yang  ditujukan kepada orang yang dia marahi. Lebih dari itu, dalam al-Quran jika kita mengatakan ‘uf (semacam mendesah) saja kepada orang tua tidak boleh, apalagi yang lebih dari itu.

Mendoakan mereka

Mendoakan orang tua dilakukan, baik ketika mereka masih hidup maupun setelah meninggal. Inilah salah satu amalan yang termasuk bentuk bakti kita kepada orang tua. Allah berfirman, “Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah, ‘Wahai Tuhanku, kasihilah keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil’.” (QS  al-Isra’: 24).

Menafkahi kedua orang tua

Memberi nafkah dan mencukupi kebutuhan kedua orang tua adalah kewajiban anak. Terlebih jika mereka dalam keadaan benar-benar membutuhkan.

Dari Jabir bin Abdullah, “Seorang laki-laki berkata, ‘Ya Rasulullah, aku mempunyai harta dan anak, dan sesungguhnya ayahku hendak mengambil hartaku.’ Maka Rasulullah menjawab, ‘Kamu dan semua hartamu adalah milik ayahmu.’” (HR Abu Daud).