Bahaya Tidur Setelah Sholat Subuh

Bahaya Tidur Setelah Sholat Subuh

Manusia membutuhkan “tidur” untuk beristirahat dari aktivitas kesehariannya. Porsi tidur harus yang cukup. Sehingga, tubuh kita akan dapat menjalankan aktivitas keseharian secara maksimal. Menurut Jalaluddin as-Suyuthi dalam Ar-Rahmah fi at-Thib wa al-Hikmah, bahwasannya porsi tidur yang ideal bagi manusia dalam sehari semalam adalah kisaran enam sampai delapan jam. Hal tersebut sudah termasuk tidur qailulah (tidur sebentar) di siang hari. Lantas bagaimana dengan tidur setelah Shubuh?

Allah SWT berfirman pada Surah Ar-Rum ayat 23 :

وَمِنْ آيَاتِهِ مَنَامُكُمْ بِاللَّيْلِ وَالنَّهَارِ وَابْتِغَاؤُكُمْ مِنْ فَضْلِهِ إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَسْمَعُونَ

Artinya: “Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah tidurmu di waktu malam dan siang hari dan usahamu mencari sebagian dari karunia-Nya. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang mendengarkan“ (Q.S Ar-Rum: 23).

Baca Juga : Dampak Kurang Sehat Tidur Pagi

Dalam segala aspek kehidupan kita, Allah telah memberikan penjelasan. Begitupun dengan alasan kenapa kita patut menghindari tidur setelah shubuh. Dampak negatif tidur setelah shubuh yakni sebagai berikut:

Hilangnya keberkahan Ibadah Pagi Hari dan Sempitnya Rezeki

Buya Yahya dalam Al-Bahjah TV menjelaskan bahwa hukum tidur setelah sholat shubuh tidak haram. Para ulama, sebagaimana diungkapkan Ibnu Qayyim al-Jauziyyah, sampai-sampai menempatkan hukum tidur sehabis subuh sebagai makruh. Makruh berarti sesuatu itu kurang direkomendasikan, bahkan tidak direkomendasikan, sekalipun tidak terlarang. Alasan yang diberikan Buya Yahya yakni karena waktu itu adalah waktu untuk mendekatkan diri kepada Allah. Waktu untuk memperbanyak ibadah.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

وَاسْتَعِينُوا بِالْغَدْوَةِ وَالرَّوْحَةِ وَشَىْءٍ مِنَ الدُّلْجَةِ

Artinya: “Lakukanlah ibadah (secara berterusan) di waktu pagi” (HR. Al Bukhari).

👉 TRENDING :   Tidur Juga Membawa Pahala

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga mendoakan umatnya pada waktu pagi:

اللَّهُمَّ بَارِكْ لأُمَّتِى فِى بُكُورِهَا

Artinya: “Ya Allah, berkahilah umatku di waktu paginya.” (HR. Abu Daud no. 2606, Ibnu Majah no. 2236 dan Tirmidzi no. 1212)

Baca Juga : Tidur Juga Membawa Pahala

Habib Zain bit Smith juga menjelaskan bahwasannya orang yang tidur setelah shalat subuh sampai terbitnya matahari dipandang terhalangi mendapatkan berkahnya rezeki dan umur. Sebab waktu-waktu tersebut merupakan waktu diturunkannya keberkahan rezeki pada seseorang.

النوم بعد الصبح يذهب بركة الرزق والعمر لأن بركة هذه الأمة فى البكور وهو بعد صلاة الفجر إلى طلوع الشمس

Artinya: “Tidur setelah Subuh menghilangkan berkah rezeki dan berkah umur, sebab berkahnya umat ini ada di waktu pagi, yakni waktu setelah sholat Subuh sampai terbitnya matahari.” (Habib Zain bin Smith, Fawaid al-Mukhtarah, Hal. 590).

Menurunnya Tingkat Kesehatan Tubuh

Tidur setelah sholat subuh membuat badan menjadi lemas, tidak bergairah dan bersemangat. Menurut Dr. H. Fuad Nashori, S.Psi., M.Si., M.Ag., Psikolog, menjelaskan bila seseorang tidur sehabis subuh hingga matahari terbit, akan berdampak negatif pada pembuluh darah ke otak. Sehingga akan cenderung menyempit. Akibatnya aliran darah ke organ tubuh berkurang. Lebih lanjut dapat mengalami serangan jantung dan terkena stroke.

Akibat negatif lainnya yakni menumpulkan otak, bisa menimbulkan perceraian antara suami istri dan menyebabkan tabiat menjadi kasar dan keras. Hal ini sebagaimana telah dikatakan Sayyidina Umar dalam        غذاء الألباب في شرح منظومة الآداب sebagai berikut:

إيَّاكَ وَنَوْمَةَ الْغَدَاةِ فَإِنَّهَا مَبْخَرَةٌ مَجْفَرَةٌ مَجْعَرَةٌ

Artinya: “Hindarilah tidur di waktu pagi karena hal itu menyebabkan otak tumpul, menyebabkan terputusnya pernikahan dan menyebabkan tabiat menjadi kasar dan keras.”

Seperti itulah dampak negatif dari tidur setelah shubuh. Sehingga, para ahli memberikan saran untuk tidur lebih awal dan tidak tidur terlalu malam. Dimana harapannya, seseorang tidak akan tertidur setelah shalat shubuh. Para ahli berkonsep tentang irama sirkadian (circadian rhythm) dimana waktu sehabis subuh kita diminta untuk berada dalam keadaan bangun dan sepenuhnya sadar. Nabi Muhammad pun mengajari kita untuk berzikir khusus di pagi dan petang dengan bacaan zikir al-ma’tsurat.

👉 TRENDING :   Mengembalikan Budaya Menghafal yang Telah Punah